Musibah
Entah hari itu mungkin hari tersialku sepanjang sejarah, ya pada hari itu merupakan hari yang membuatku cukup menangis terisak sampai tak tau lagi harus berkata apa, 28 November 2011, tepat dihari itu aku kena musibah.Pagi itu hari senin tepat jam 6 pagi aku terbangun dan hendak melaksanakan solat subuh, setelah itu karena kondisi bandan sedang lelah sekali aku tidur lagi dan kembali bangun jam 8 pagi, nothing different about this, but it is realy make me so disappointed with my self, aku mencuci baju sampai pukul 9 lewat, setelah itu menjemur dan mandi. Aku sms temanku Aisyah untuk bertemu disuatu tempat sebut saja berlin, pukuk 10.30 aku pergi dengan angkot dan bertemu Aisyah. Kehidupanku saat itu terbilang biasa saja, ya sama seperti hari basanya, tak lupa sebelum aku meninggalkan kosan, aku menutup horden jendela, mengunci pintu kamar dan mengunci pintu depan rumah, nothing different abouth this, itulah rutinitasku seperti biasanya di Kosan ARSIDA, yang kemudian membuatku kemalingan, ya tepat jam 11 aku ke toko londrian untuk meloundri pakaianku,lalu aku ke studio photo untuk memoto, lalu pergi ke stand sanggar juara dan bermain bersama teman disana, rapat sebentar dengan ketua SJFest dan lainnya aku lewati bersama teman- teman. Tepat wktu dhuhur aku rasanya tak mau pulang kosan, karena jam 3 nya ada kuliah Ekosum di Kampus, nothing different aku ke rumah temanku Aisyah, sholat dhuhur dan bercengkrama jam 2 lewat aku ke Stand SJ lagi sampai jam 3, akhirnya aku lanjutkan dengan kuliah ekosum. Tepat jam 4 teman sekosanku Nia sms aku “mbak valen, kaca jendela kamar mba sengaja terbuka atau gimana mba?” sontak perasaan tak enak langsung datang pada saat tu, yak aku langsung lari meninggalkan kelas dan menuju kosan, aku berlari sekuat tenaga lari kencang sekali, setibanya di kosan kaca nako jendela kamarku telah di bobol maling 4 kaca dilepaskannya lalu ditaruhnya di ember pelastik tempatku mencuci, laptop, modem, kamera digital, DSLR beserta tasnya yang dibelikan papa di jepang raib dibawanya tak bersisa, aku langsung teriak dan menangis maliiiiiiiiiiiiiiiiiing, aku kemalingan TOLOOOOOOOONG, kataku, akupun meminta nia untuk mengantarkanku ke rumah ibu kosanku, aku dating ke rumah ibu kosanku dengan menangis tersedu, lalu ibu kosanku menenangkanku, sampai akhirnya aku dibawa kerumah andung, teman ibu kosan, andung sudah menenangkanku diapun berusaha membaca kejadiaan saat itu, namun itu tidak boleh 100% kita percaya karena memang tidak ada barang bukti, aku lalu menelpon Gibral, mama dan papa. Beruntung aku memiliki orangtua yang sangat baik sekali kata papa “sabar saja dik, segala barang yang hilang insyaallah ada gantinya, papa berusaha cari uang untu gantikan ya” aku langsung nangis tak kuasa mendengar perkataan papa, papa you’re my hero, begitu juga mama bilang “sabar aja, kalo barang bisa diganti, yang pasti sekarang kamu aman” aku juga nangis, aku tak kuasa mama papaku begitu hebat tak memarahiku malah mensuportku, sungguh support yang sangat luar biasa, mama papa aku sayang kalian.
Lalu aku langsung ke kantor polisi, membuat laporan kehilangan, ditemani ibu kos, wak lilik dan soppy. Dikosanku banyak temanku yang datang olla, adel, aisyah dll, aku senang sekali mereka sangat sayang sama aku.
Malamnya aku ga bisa tidur, aku masih trauma, walaupun aku tidur sama adel, tapiku sungguh tak menyangka setiap memejamkan mata terbayang bagaimana maling masuk, mencongkel jendelaku, dan mencuri SEMUA gadged yang aku sayang dan aku punya. Sekarang aku tak mau sendiri, harus ditemani teman – temanku. Aku merasabersalah atas keteledoranku, aku sangat merasa disapointed dengan diriku.
Namun, aku tersadar ternyata aku sombong, sombong dengan membawa semua harta benda ke kosan yang seharusnya tak perlu ku bawa, sombong dengan keadaanku bersama teman- teman yang mungkin menyebabkan kecemburuan sosial, ya allah, maafkan valen,trimakasih sudah diingatkan trimakasih ya allah setidakya kau menyelamatkan nyawaku, aku masih diberi kesempatan untuk hidup sampai tidak kurang suatu apapun, ya allah semoga semua musibah yang kau berikan membawa hikmah tersendiri untuk diriku dan semoga kau menggantinya dengan sesuatu yang LEBIH. Dan semoga si maling sadar dan dibukakan pintu hatinya agar bisa sedikit kasihan kepadao oranglain apalagi anak kosan, ya allah semoga semua ini menjadi pelajaran buatku untuk menjadi pribadin yang dewasa dan lebih baik lagi, trimakasih untuk semua yang telah mensupportku melewati ujian ini, trims to mama papa yang legowo, gibral yang mau mendengarkan dan semua sahabat Aisyah, adel, olla soppy aku sayang kalian, trims to allah untuk membuka mataku agar aku tidak sombong lagi :’)
Musibah
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.